Waris

10 June 2019
Renungan

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Bismillahirahmanirahim.
Alhamdulillahirabbilalamin.

Saudaraku yang baik hati,
Tidak sedikit cerita waris menjadi penyebab perpecahan.
Warisan uang mampu membutakan hubungan saudara. Warisan harta bisa memporak-porandakan anak dan orang tua. Warisan jabatan membuat silaturahim putus. Warisan hutang membutakan mata dan hati berpura-pura tak mengetahuinya.
Naudzubillah…
———-
Masalah waris mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Bahkan pengaturannya dijelaskan langsung oleh Allah dalam kitab-Nya.
———-

Saudaraku yang budiman,
Hukum waris sebelum Islam sangatlah tidak adil. Yang berhak menerima waris hanyalah anak laki-laki dewasa yang mampu berperang. Sedangkan anak perempuan dan anak kecil tidak berhak.
Islam merubahnya menjadi semua berhak menerima, namun dengan proporsi berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Walau demikian, inipun masih seringkali dianggap tidak adil oleh kita. Mengapa mesti dibedakan antara laki-laki dan perempuan ? Mengapa tidak dibagi rata saja ?

Keadilan hukum yang sudah disyariatkan ini berdasarkan ketetapan Allah. Bukan keadilan berdasarkan akal manusia yang amat sangat terbatas.
———-

Saudaraku yang rendah hati,
Betapa pentingnya ilmu faraidh (hukum waris), sampai Rasulullah bersabda : “Belajarlah Al-Qur’an dan ajarkanlah kepada manusia, dan belajarlah faraidh dan ajarkanlah faraidh, karena sesungguhnya aku seorang yang akan mati. Dan ilmu akan terangkat, dan bisa jadi akan ada dua orang yang berselisih, tetapi mereka tak bertemu dengan orang yang menyampaikan kepada mereka hukumnya.”

Semoga kita dimampukan oleh Allah tidak hanya meninggalkan warisan harta tetapi juga warisan ilmu. Dan waris tidak menjadi penyebab menjauhnya surga karena lebih banyak mudharatnya dibanding dengan manfaatnya.
———-

Saudaraku yang bahagia,
Quote sore ini adalah :

” Hukum Islam diturunkan untuk kebaikan manusia, menurut Allah. Tetapi manusia kadang lebih suka membuat standarnya sendiri. Hmmmm… “
———-

Dzahaba Dzoma’u Wabtallatil ‘Uruuqu Wa Tsabatal Ajru Insya Allah
(Telah hilang rasa dahaga, dan telah basah kerongkongan, serta telah ditetapkan pahala insya Allah.)

Saya, al fakir Karyanto Wibowo Soewignjo, dari KWS Life Academy.

Wassalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *