Pasar dan Dzikir

29 May 2019
Renungan

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Bismillahirahmanirahim.
Alhamdulillahirabbilalamin.

Saudaraku yang baik hati,
Sepuluh hari terakhir ramadhan menyimpan fenomena tersendiri. Masjid ‘hidup’ dimalam hari dengan itikaf yang mulai menjadi trend, walaupun masih terkonsentrasi di malam ganjil.
Di saat yang sama pula, pasar juga penuh sesak orang menunaikan ‘zakat mall’ membelanjakan THR yang telah diterima.
Kalau zakat maal dan zakat fitrah bisa nanti menjelang lebaran.
Astaghfirullah…
———-

Saudaraku yang budiman,
Pasar memang menarik. Menyimpan sejuta keberkahan ditengah sejuta hal yang melalaikan.
Allah mengingatkan dalam ayat 37 Surat an-Nur : “orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual-beli dari mengingat Allah, melaksanakan sholat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat),”.

Begitu melenakannya pasar, sampai ketika kita mampu berdzikir kepada Allah ketika berada di pasar, maka kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang Allah akan memberi karunia dan rizki melebihi dari apa yang kita kerjakan. (Ayat 38 an-Nur)
———-

Saudaraku yang rendah hati,
Ada kisah dua orang arab badui mendatangi Rasulullah dan bertanya manusia bagaimanakah yang baik. Lalu Rasulullah menjawab : “Yang panjang umurnya dan baik amalannya,”. Salah satunya lagi bertanya : “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syari’at Islam amat banyak. Perintahkanlah padaku suatu amalan yang bisa kubergantung padanya.” Beliau menjawab : “Hendaklah lisanmu selalu basah untuk berdzikir pada Allah,”.

Berada di masjid ditemani gulita malam bertafakur membasahi lidah dengan dzikir saat malam ganjil akhir ramadhan tidaklah terlalu sulit kita lakukan.

Tetapi mampukah kita berada di pasar ditemani promo yang menggiurkan dengan tetap menjaga basahnya lidah dengan dzikir saat hari hari akhir ramadhan ?
Semoga…….
———-

Saudaraku yang bahagia,
Quote sore ini adalah :

” Kesenangan dunia hanyalah bonus dari kesenangan akhirat. Karena dunia itu maya, sedangkan akhirat itu nyata “
———-

Selamat berbuka puasa. Menunaikan hak raga dengan makan minum, serta hak jiwa dengan doa yang tak tertolak.

Dzahaba Dzoma’u Wabtallatil ‘Uruuqu Wa Tsabatal Ajru Insya Allah
(Telah hilang rasa dahaga, dan telah basah kerongkongan, serta telah ditetapkan pahala insya Allah.)

Saya, al fakir Karyanto Wibowo Soewignjo, dari KWS Life Academy.

Wassalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *