Masjid Umari, Masjid Legendaris di Jalur  Gaza

10 June 2019
DESTINASI

Sebelumnya difungsikan menjadi sebuah masjid dulunya masjid Umari di Gaza adalah adalah kuil yang kemudian menjadi sebuah gereja. Berubah menjadi Masjid Agung Omari ketika pemerintahan Khalifah Umar bin Al-Khattab. Masjid ‘Umari pertama resminya disebut Masjid Agung Gaza (Jāmi’ Ghazza al-Kabīr) tapi kebanyakan orang lebih suka menyebutnya Masjid Agung ‘Umari alias Jāmi’ al-ʿUmarī al-Kabīr.

“Selama pemerintahan Romawi dan Yunani, Masjid Umari adalah kuil untuk menyembah dewa Marna, “ kata Heyam Al-Bitar, kepala departemen pariwisata dan arkeologi di Kementerian Pariwisata di Gaza seperti dilansir laman arabnews. Ia menyebutkan bahwa bangunan  tersebut didirikan pada masa pemerintahan Kaisar Romawi Hadrian.

Pada tahun 406 M kuil  dialihfungsikan menjadi, kemudian menjadi masjid pada 634 M . “Itu adalah masjid pertama yang melakukan sholat Jumat di Gaza setelah penaklukan Islam,” ungkap arkeolog Dr. Salim Al-Mubaid. Selama Perang Salib masjid Umari berubah menjadi Katedral Santo Yohanes sekitar tahun 1149 Masehi. Kemudian kembali menjadi masjid pada 1192 M dengan mempertahankan arsitektur Gotiknya.

Masjid Umari diperluas bangunannya pada masa dinasti Sultan Nasser Muhammad dari dinasti Mamluk, Sebagian besar masjid hancur saat Perang Dunia I. Menara masjid dengan gaya arsitektur Mamluknya menjadi adalah salah satu icopn yang paling terkenal. Bagian bawahnya adalah persegi dan bagian atasnya adalah segi delapan. Perpustakaan masjid, dibangun di bawah Mamluk Sultan Al-Zaher Baybars, adalah suar ilmiah bagi para sarjana. Setelah memuat ribuan buku dan manuskrip tentang berbagai sains, perpustakaan dihancurkan selama Perang Salib dan Perang Dunia I.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *