Masjid Al Aqsa Kudus, Batu Palestina dan Multikultur Zaman Para Wali

4 June 2019
DESTINASI

Bila Anda berada di kota Kudus mampirlah sejenak di Masjid Al Aqsa. Masjid dengan menara antiknya ini merupakan salah satu tempat yang direkomendasikan untuk diziarahi. Bangunannya yang multikultur menjadi simbol bagaimana para wali itu berdakwah.

Masjid Al-Aqsa atau yang masyhur dengan Masjid Manara Kudus ini dibangun pada 1549 oleh Sunan Kudus. Kenapa dimanakan al Aqsa karena batu yang diletakkan pertama berasal dari Baitul Maqdis, Palestina. Masjid ini bukti proses penyebaran Islam di Tanah Jawa. Desainnya merupakan  gabungan antara Budaya Hindu dan Budaya Islam.

Dari bentuk menaranya yang seperti candi, nampak akulturasi budaya Islam dengan Hindu-Buddha. Proses akulturasi budaya merupakan salah satu cara berdakwah pada masa itu. Hingga kini, Masjid Sunan Kudus ini menjadi pusat penting penyebaran agama Islam di Jawa.  Menurut sejarah, masjid Kudus dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 956 H. Sebuah batu tulis yang terletak di Pengimaman masjid, yang bertuliskan dan berbentuk bahasa Arab,menjadi salah satu penandanya. Batu itu berperisai, dan ukuran perisai tersebut adalah dengan panjang 46 cm, lebar 30 cm. Konon kabarnya batu tersebut berasal dari Baitulmakdis ( Al Quds ) di Yerussalem – Palestina. Dari kata Baitulmakdis itulah muncul nama Kudus yang artinya suci, sehingga masjid tersebut dinamakan masjid Kudus dan kotanya dinamakan dengan kota Kudus.

Dalam laman islamic center or.id disebutkan bahwa Masjid Menara Kudus ini terdiri dari 5 buah pintu. Masing masing disebelah kanan dan kiri. Jendelanya semuanya ada 4 buah. Pintu besar terdiri dari 5 buah, dan tiang besar di dalam masjid yang berasal dari kayu jati ada 8 buah. Masjid ini mengalami renovasi pada tahun 1918. Di dalamnya terdapat kolam masjid, kolam yang berbentuk “padasan” tersebut merupakan peninggalan jaman purba dan dijadikan sebagai tempat wudhu.

Di dalam masjid terdapat 2 buah bendera, yang terletak di kanan dan kiri tempat khatib membaca khutbah. Di serambi depan masjid terdapat sebuah pintu gapura, yang biasa disebut oleh penduduk sebagai “Lawang kembar”.  Konon kabarnya gapura tersebut berasal dari bekas kerajaan Majapahit dahulu, gapura tersebut dulu dipakai sebagai pintu spion.

Sedangkan Menara Kudus tingginya kira-kira 17 meter. Sekelilingnya dihias dengan piringan-piringan bergambar yang kesemuanya berjumlah 32 buah banyaknya. 20 buah diantaranya berwarna biru serta berlukiskan masjid, manusia dengan unta dan pohon kurma. Sedang 12 buah lainnya berwarna merah putih berlukiskan kembang..

Adapun tangganya yang terbuat dari kayu jati yang mungkin dibuat pada tahun 1895.  Konon dibawah menara Kudus, dulunya terdapat sebuah sumber mata air kehidupan. Penghormatan lain adalah diwujudkan dalam bentuk bangunan menara masjid yang bercorak Hindu Cerita mengenai menara Kudus pun ada berbagai versi, ada pendapat yang mengatakan,” bahwa menara Kudus adalah bekas candi orang Hindu,”. Buktinya bentuknya hampir mirip dengan Candi Kidal yang terdapat di Jawa Timur yang didirikan kira-kira tahun 1250 atau mirip dengan Candi Singosari.

Namun ada pendapat lain yang mengatakan bahwadulunya terdapat sebuah sumber mata air kehidupan. Kenapa ? karena mahluk hidup yang telah mati kalau dimasukkan dalam mata air tersebut menjadi hidup kembali. Karena dikhawatirkan akan dikultuskan, ditutuplah mata air tersebut dengan bangunan menara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *