Mahmal Prosesi Seremonial Perjaalan Kiswah Ka’bah

5 August 2019
Berita

Mahmal menjadi salah satu yang seremoni manarik ketika orang Mesir akan berhaji. Pasalnya Mahmal dikenal sebagai sebuah prosesi dimana Kiswah Ka’bah diarak dan dibawa hingga ke Mekkah tiap tahunnya.

Mahmal berbentuk kubah segitiga bersulam emas, perak, berwarna perak dan sutra berwarna-warni melindungi muatan yang kiswah Ka’bah. Segitiga itu dihiasi dengan nama kekhalifahan, sultan di samping, dan sebuah ayat dari Al-Qur’an di bagian depan. Sebelum dimulainya perjalanan ke Mekkah, Mahmal diarak berkeliling Kairo selama tiga hari.

Selama berabad-abad, utamanya pada musim haji, Kiswa selalu didatangkan dari Mesir. Dari negeri Pharaoh itu kiswa dinaikkan punggung unta sepanjang jalan dari Kairo ke Mekah. Tradisi Mahmal dimulai pada masa pemerintahan Mamluk Sultan Baybars (memerintah 1260-77). Mahmal itu diarak di jalan-jalan Kairo dan upacara dan ditonton ribuan orang. Setelah runtuhnya Kekaisaran Mamluk pada 1517, tradisi Mahmal dilanjutkan oleh para sultan Ottoman. Pada waktu yang berbeda Mahmal juga dikirim dari Damaskus dan Yaman. Praktek pengiriman Mahmal dari Mesir ke Mekah berlanjut hingga 1926 setelah itu praktik dihentikan. Namun, itu terus diarak di Kairo sampai 1952.

Disebutkan bahwa warga Kairo selalu terpesona pada perayaan yang menandai kepergian Mahmal. Bagi masyarakat Mesir memproduksi dan mebawa Kiswah adakag sebuag kehormatan. Penelitian yang dilakukan oleh Doris Behrens-Aboseif dari Universitas Munich pernah melacak asal mula Mahmal hingga Shajarat Al-Durr, istri As-Salih Ayyub, sultan Mesir terakhir dari dinasti Ayyub (abad ke-13).

Peneliti lain mengungkapkan bahwa tradisi Mahmal dimulai pada abad ke-14 pada masa pemerintahan Fatimiyah. Menurut Dr. Mohamed Ahmed Ibrahim, profesor sejarah Islam di Universitas Kairo menyebutkan bahwa  selama era Gubernur Ottoman, Muhammad Ali Pasha dan anak-anaknya, perayaan yang berpusat pada konvoi Mahmal dimulai sekitar sebulan sebelum haji. Dar Al-Khoronfosh, sebuah tempat yang didirikan pada awal abad ke-19 di distrik Al-Gamaleya Kairo, dipilih untuk tugas membuat Kiswa. Peran itu berlangsung hingga 1962.

Laman Arabnews menulis bahwa unta yang membawa Kiswa diikuti oleh unta yang membawa barang-barang kebutuhan dan jemaah haji. Rombingan ini bersama para tentara menjaga prosesi Mahmal hingga sampai ke Hijaz.

Disebutkan arak-arakan Mahmal diikuti oleh para sufi yang tepat beradA di belakang Mahmal. Mereka memukul genderang dan memegang spanduk tinggi-tinggi. Ada pula iringan badut yang dikenal sebagai Afarit Al-Mahmal.  Peristiwa prosesi Mahmal ini menjadi acara tahunan besar karena dengan hadiri gubernur Kairo dan wakilnya, ilmuwan terkenal, bangsawan, pejabat tinggi, pedagang, dan pejabat. Upacara resmi diikuti oleh penembakan 21 kali dari pasikan artileri.

Menurut Ibrahim, prosesi Mahmal berkeliling dari jalan Mohammed Ali dan pasar Selah, kemudian menuju ke jalan Bab Zuwailah dan beberapa bagian Kairo kuno, dan berakhir di Masjid Al-Hussain. Perjalanan ke Mekah dimulai dengan keberangkatan konvoi Mahmal dari Kairo ke arah Laut Merah. Setelah itu  menuju ke kota Suez, di mana kapal-kapal berlabuh di pelabuhan menyambut rombongan peziarah, tentara, dan unta. Dari Mesir, setelah upacara serah terima, Mahmal yang dikawal tentara Mesir berangkat ke terusan Suez dengan kapal khusus hingga ke pelabuhan Jeddah. Setibanya di Hijaz, mahmal diarak dengan upacara yang sangat meriah hingga menuju Makkah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *