Madinah Az Zahra Kota Warisan Dunia di Andalusia

10 July 2019
DESTINASI

Badan Kebudayaan PBB, Unesco memberikan penghargaan warisan dunia kapada situs kota tua Medina az Zahra di Andalusia, Spanyol. Kota yang terletak dekat Cordoba ini merupakan peninggalan kekhalifahan Islam pada abad 10. Situs yang telah berumur 100 tahun lalu itu terdiri dari bangunan, jembatan, jalan, sistem perairan dan benda-benda keseharian yang sangat bersejarah. Madina az Zahra adalah simbol kekhalifahan Islam di masa jayanya.

Kota Madinah Al-Zahra merupakan peninggalan kekhalifahan Bani Umayah di masa Abdurrahman Ketiga. Kota ini telah direnovasi dan diperbaiki. Banyak sekali barang bersejarah yang bisa dilihat dari peninggalan seperti gading, marmer dan barang pecah belah. Kekuasaan di Spanyol dimulai ketika Abdurrahman Ad Dakhil melarikan diri ke Maroko setelah runtuhnya Dinasti Umayyah oleh bani Abbasiyah. Berkat bantuan Bani Umayah yang tersisa serta dan kabilah-kabilah Yaman, Abdurrahman berhasil memasuki kota Andalusia pada tahun 755 hijriah. Kemudian Abdurrahman membentuk kekhalifahan Bani Umayah Andalus. Pada masa Abdurrahman Ketiga dibangunlah kota Madinah Al-Zahra sebagai upaya memperkuat pemerintahannya dan menjadi pesan penting bagi para pesaingnya seperti Bani Abbasiyah dan Fatimiyah. Setelah puluhan tahun mengalami kemakmuran, kota dan istananya yang indah itu akibat perang saudara. Berbeda dengan kota-kota Islam tua lainnya seperti Kairo dan Baghdad, kota Medina AzahraAbdurahman # yang hancur itu tidak pernah dibangun kembali.

“Di kota itu berkembang ilmu matematika, astronomi, kedokteran, kesusasteraan, dan yang paling penting, ilmu filsafat, yang merintis jalan ke zaman kebangkitan kembali Eropa pada abad 15 dan 16. Kota itu dibangun antara tahun 936 dan 940 oleh Kekhlifahan Abdurrahman III, dan menjadi ibukota kerajaan yang disebut Al-Andalus, yang menguasai lebih dari dua pertiga jazirah Iberia,” ungkap pakar arkeologi Alberto Montejo yang dilansir dari laman VOA Indonesia

Ia menambahkan bahwa reruntuhan kota sebenarnya masih utuh, walaupun telah terjadi penjarahan dalam abad pertengahan dan abad modern ini. Tapi tidak ada penjarahan besar-besaran dan tidak ada bangunan baru yang didirikan di atasnya. “Dilihat dari sudut ilmiah dan arkeologi, semua gaya perkotaan, dan semua dekorasi bangunan masih bisa ditemukan untuk memahami bagaimana sebuah kota kekhalifahan berfungsi dalam abad ke-10,” tambah Montejo. Kota Medina Azahara dibangun diatas tanah seluas 115 hektar dan hanya 10 persen yang telah digali.

Kota ini dibangun oleh Abdurrahman III setelah diangkat sebagai khalifah. Pembangunan Kota Madinat al-Zahra sebagai bagian dari program ideologi dan politiknya. Kota indah ini dibangun 13 kilometer Barat Laut Cordoba, Spanyol, dengan panjang 1,52 kilometer dan lebar 745 meter.

Laman republika menulis bahwa Kompleks Madinah al-Zahra terbagi menjadi tiga bagian. Istana Dar al Mulk menjadi bagian utamanya. Kemudian, di bagian tengah berdiri bangunan pemerintahan dan ruang resepsi untuk tamu-tamu penting. Antara bagian tengah bagian akhir berdiri sebuah masjid. Untuk membangun Madinat al-Zahra, Abd al-Rahman III menggunakan sepertiga dari seluruh penerimaan negara untuk pembangunan kota tersebut. Pembangunan Madinah al-Zahra menghabiskan waktu 40 tahun. Sekitar 25 tahun di bawah pemerintahan Abdul Rahman III (tahun 936 hingga 961) dan 15 tahun di bawah al- Hakam II (tahun 961 hingga 976). Dapat dikatakan, Madinat al- Zahra merupakan proyek bangunan terbesar dan paling ambisius pada masa itu.

Pada 1010, Madinat al-Zahra tidak hancur ketika kelompok-kelompok pemberontak Berber mengobrak-abrik simbol kekhalifahan Cordoba. Hingga abad 12, Madinah al-Zahra masih dihuni. Pembangunan Madinat al-Zahra oleh Abdurrahman III memberikan pesan penting kepada rival-rival pemerintahannya, seperti Dinasti Fathimiyah di Mesir dan Bani Abbas di Baghdad. Pada abad 19, reruntuhan Madinat al-Zahra ditemukan di sebelah barat Cordoba. Kini, barang dan peninggalan kota Bani Umayyah di Spanyol ini disimpan di museum dekat Cordoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *